Profil Dan Fakta Menarik Tentang Pembalap MotoGP Maverick Vinales

Profil Dan Fakta Menarik Tentang Pembalap MotoGP Maverick Vinales – Maverick Vinales, Nama pembalap muda MotoGP asal Spanyol yang kini bergabung dengan Team Yamaha Movistar ini semakin menjadi sorotan. Banyak kalangan yang menilai bahwa Maverick Vinales berpeluang besar untuk menjadi pembalap yang bersinar di MotoGP tahun ini, terlebih usianya saat ini juga baru 21 tahun.

Hal tersebut tidak lepas dari penampilannya yang cukup baik di MotoGP musim 2015 dan 2016. Maverick Vinales berhasil di nobatkan sebagai Pembalap Debut Terbaik tahun 2015 (Rookie Of The Year 2015). Namun, mungkin sebagian besar dari Teman-teman belum terlalu dalam mengenal sosok salah satu pembalap MotoGP yang lagi naik daun ini. Nah kali ini kami akan membagikan beberapa Info Menarik Tentang Maverick Vinales.

Berikut Ini Adalah Profil Dan Fakta Menarik Tentang Pembalap MotoGP Maverick Vinales

Maverick Viñales lahir di kota Figueres Spanyol pada tanggal 12 Januari 1995. Yang berarti pada tahun 2017 ini Maverick Vinales baru berumur 21 tahun, usia yang matang dan masih sangat muda untuk berkompetisi pada MotoGP. Prestasi Maverick Viñales di kejuaraan motorsport roda dua telah nampak sejak usia 12 tahun saat ia menjuarai seri 125 cc Catalan Champion untuk pertama kalinya dan mampu dipertahankannya setahun kemudian.

Maverick Viñales telah resmi bergabung dengan Movistar Yamaha MotoGP  Untuk musim 2017-2018. Rider yang mempunyai julukan Top Gun ini berhasil mencatatkan hasil impresif pada pengujian hari pertama di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia (15/11/2016), yang mana Maverick Viñales berhasil menorehkan waktu tercepat 1 menit 30,930 detik dengan mengendarai Yamaha YZR-M1 2016. Pada pengujian hari selanjutnya (16/11/2016), Maverick Viñales berhasil mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 29,975 detik, sekaligus menjadikan Top Gun sebagai satu-satunya rider yang berhasil mencatatkan waktu di bawah 1 menit 30 detik pada pengujian tersebut.

Di tahun 2009 Maverick Viñales menempati posisi runner-up kejuaraan CEV Buckler National 125GP championship dengan hanya defisit empat poin. Atas pencapaiannya tersebut Maverick Viñales mendapatkan gelar Rookie of the Year.

Tahun berikutnya, di 2010 Maverick Viñales juga mampu memenangi dua kejuaraan sekaligus, CEV Buckler 125GP dan European 125GP championship.

Di tahun 2011 Maverick Viñales melanjutkan kariernya dengan berkompetisi di kejuaraan dunia Grand Prix 125cc. Kemenangan Maverick Viñales di sirkuit Le Mans Perancis menjadikannya pembalap ketiga termuda yang mampu memenangi Grand Prix. Tiga kemenangan Maverick Viñales berikutnya mampu ia raih dan menutup musim pertamanya di kelas World GP 125cc dengan menempati klasemen ketiga. Gelar Rookie of the Year kembali disematkan kepada Maverick Viñales yang saat itu baru berusia 16 tahun.

Pada tahun 2012 kompetisi World GP 125cc berganti nama menjadi kelas Moto3 dimana motor yang diperlombakan adalah motor bermesin empat langkah. Regulasi terbaru telah melarang kompetisi menggunakan motor bermesin dua langkah. Di musim keduanya ini, Maverick Viñales mengalami performa yang cukup fluktuatif. Meskipun demikian dengan lima kemenangan yang diraihnya, Maverick Viñales kembali menutup musim dengan menempati klasemen pembalap di peringkat ketiga.

Di tahun 2013 Maverick Viñales terlibat dalam persaingan titel juara Moto3 bersama Luis Salom dan Álex Rins. Perebutan gelar juara dunia kelas Moto3 berhasil ia peroleh ketika Maverick Viñales sukses menjuarai seri terakhir di GP Valencia.

Di tahun 2014 Maverick Viñales kembali melanjutkan perjalanan kariernya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yakni kelas Moto2. Secara mengesankan Maverick Viñales mampu menjuarai tiga seri dan kembali dinobatkan sebagai Rookie of the Year di musim pertamanya tersebut. Dengan pencapaiannya yang gemilang sepanjang kariernya, kelas Moto2 merupakan kelas yang paling singkat Maverick Viñales jalani.

Suzuki yang pada saat itu sedang merencanakan kembalinya mereka ke kompetisi MotoGP 2015 melihat bakat Maverick Viñales akan bermanfaat bagi pengembangan motor GSX-RR yang saat itu sedang dikembangkan oleh pembalap tes berkebangsaan Perancis Randy De Puniet.

Musim 2015, Maverick Viñales resmi bergabung dengan jajaran pembalap kelas premier motoGP mengenakan Wearpack Suzuki MotoGP team. Di tim barunya tersebut Maverick Viñales memiliki rekan satu timnya Aleix Espargaro yang merupakan saudara kandung dari pembalap Yamaha Tech3 Pol Espargaro.

Di musim pertamanya di kelas motoGP Maverick Viñales terlihat seakan masih di bawah bayang-bayang rekan setimnya yang sudah lebih berpengalaman. Terhitung dari 18 seri yang Maverick Viñales ikuti pada musim 2015, Maverick Viñales 8 kali finish di luar peringkat sepuluh besar dan dua kali DNF. Hasil terbaiknya Maverick Viñales raih pada seri GP Catalunya dan GP Australia yang mampu ia selesaikan pada posisi keenam. Musim 2015 Maverick Viñales tutup dengan menempati peringkat kedua belas klasemen pembalap.

Musim 2016 merupakan tahun kebangkitan Maverick Viñales dan Suzuki. Dengan beberapa pengembangan seperti Seamles GearBox dan mesin baru GSX-RR yang lebih bertenaga, beberapa kali Maverick Viñales mampu mencuri perhatian pengamat dan fans motoGP. Di seri pembuka Qatar ia mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam, merupakan awal musim yang baik baginya dan Suzuki. Mengingat di tahun sebelumnya di sirkuit yang sama Maverick Viñales hanya mampu finish di urutan keempat belas.

Di seri kedua GP Argentina Maverick Viñales nyaris memperoleh podium pertamanya seandainya ia tidak mengalami low side, yang menyebabkan ia gagal menyelesaikan balapan. Podium yang tertunda tersebut akhirnya mampu ia tebus ketika menempati posisi ketiga di balapan GP Perancis sirkuit Le Mans 8 May 2016 lalu. Sepanjang musim 2016, hingga seri GP Le Mans, Maverick Viñales mampu menyelesaikan pembalap di peringkat 10 besar.

Dengan talenta yang dimilikinya, beberapa tim pabrikan seperti Yamaha Movistar disebut-sebut telah menawarkan kontrak baginya untuk bergabung bersama tim tersebut. Dengan resminya kepindahan Jorge Lorenzo ke tim Ducati untuk musim 2017, Yamaha Movistar memang tengah mencari pembalap untuk mengisi kekosongan skuadnya tersebut.

Pihak Suzuki tentu tidak tinggal diam menyikapi tawaran yang masuk kepada pembalap muda berbakatnya tersebut. Davide Brivio, bos tim Suzuki Ecstar menyatakan bahwa timnya telah memberikan tawaran kenaikan kontrak jika Maverick Viñales tetap bersama Suzuki selama empat musim kedepan. Tapi pada akhirnya Maverick Viñales lebih memilih bergabung ke Yamaha Movistar dan berduet dengan Valentino Rossi, Sementara posisinya di Suzuki akan digantikan oleh Alex Rins, pembalap dari Moto2. Dan Maverick Vinales juga memulai debutnya dengan Yamaha Movistar sangat bagus, Maverick Vinales memenangkan seri pertama MotoGP di sirkuit Losail, Qatar.

Berikut Ini Statistik Karir Maverick Vinales

SEASON CLASS Bike Number 1ST 2ND 3RD Podium POLE BIKE POINT POS
2017 MotoGP 25 1 0 0 0 0 Yamaha 25 1st
2016 MotoGP 25 1 0 3 4 0 Suzuki 202 4th
2015 MotoGP 25 0 0 0 0 0 Suzuki 97 12th
2014 Moto2 40 4 4 1 9 1 Kalex 274 3rd
2013 Moto3 25 3 8 4 15 2 KTM 323 1st
2012 Moto3 25 5 2 0 7 5 FTR Honda 207 3rd
2011 125cc 25 4 2 3 9 3 Aprilia 248 3rd

Itulah Info Profil Dan Fakta Menarik Tentang Pembalap MotoGP Maverick Vinales yang dapat kami sampaikan. Jangan lupa untuk share artikel ini ya. Salam autohkr.com

 

Profil Dan Fakta Menarik Tentang Pembalap MotoGP Maverick Vinales | AutoHkr.com | 4.5

Leave a Reply